Karena ada nilai kasat mata yang jauh lebih besar dibalik dua angka yang tak begitu bersinar
ketika rasa bangga itu muncul saat memakai dan memiliki batik ini.
almamater kebanggaan, sampai mati.
ketika rasa bangga itu muncul saat memakai dan memiliki batik ini.
almamater kebanggaan, sampai mati.
Karena ada nilai kasat mata yang jauh lebih besar dibalik dua angka yang tak begitu bersinar
Alhamdulillah ya Allah,
Setelah perjalanan panjang, akhirnya bisa juga berlabuh di sini. Di fakultas dan jurusan harapan yang sejak dulu diidamkan dan orang tua serta teman-teman doakan. Sampai sedini ini ternyata bukan lagi sebuah mimpi, namun bukan berarti aku boleh berhenti. Justru di garis start inilah aku harus siap berlari. Entah bagaimana harus kuucap syukur, mudah-mudahan di jalan ini bisa kutemukan kembali skenario terindah yang telah Kau atur.
Sore kemarin, sungguh terharu rasanya hati ini melihat teman-teman yang terlihat begitu bahagia untukku, sedangkan mereka masih berada di tengah perjuangan besar. Tak terasa air mata berurai dengan lebatnya. Semua bercampur, rasa bahagia, sedih, dan haru menjadi satu. Entahlah, ingin rasanya kupeluk satu-satu dan mengalirkan semua doa serta semangat yang selama ini tak lelah mereka berikan padaku. Mereka yang tulus dan senantiasa berbagi kebahagiaan bersamaku. Ya Allah, satu lagi permohonanku, jangan biarkan rasa jenuh menuntut ilmu menjadi penghambat jalan yang sedang mereka lalu.
Teman-teman tersayang, yang hanya tinggal beberapa langkah dari cita-cita yang tak pernah usang, aku meyakini bahwa usaha dan kerja keras kalian juga pada akhirnya akan segera terbayar. Semangat, aku mohon tetaplah semangat karena teman-teman yang aku kenal adalah pejuang hebat dengan determinasi tinggi yang tak pernah mati. Tunjukkan betapa kuatnya kalian yang terbiasa bangkit setelah jatuh berkali-kali. Bukankah sekolah kehidupan tercinta kita telah mengajarkan begitu banyak hal bagi para pengejar mimpi sejati? Jangan takut, karena janji indah-Nya tak pernah sekalipun diingkari. Semoga Allah SWT selalu memberi kemudahan dalam menjalani ujian tulis nanti, hingga akhirnya bersama-sama kita bisa kembali berseri :)
Harapan dan doa terbaikku, untuk Benteng Batu-ku.
lightsyourlife asked: pepe i love your words! it's so touching, inspiring and motivating :D
aww I love you too, Garis. thank you! ♥
Aku hanya ingin melukis senyum. Di bawah mata-mata lelah yang kian hari menyorot sendu. Pancaran bias kalbunya semakin redup, membuat diriku tetiba takut. Sampai kapan harus terus kuulur waktu? Padahal kutahu tak selamanya mereka menunggu.
Aku hanya ingin melukis senyum. Bukan, bukan karena bingkisan indah di hari pertambahan umur. Bukan pula karena ceplosan jenaka yang acapkali terdengar lucu. Aku hanya ingin melukis senyum. Karena sesekali inginku menjadi nomor satu, yang bangga mereka elu dan tak dikenal sebagai abu.
Tuhan, boleh Kau kabulkan pinta sederhanaku?
Untuk teman terbaik, dari penggubah lagu favorit. Yang sebentar lagi langkahnya tak kan kembali memberi warna-warni goresan pada lanjutan lembar kehidupan.
| A: | When I'm finally gone, you can start to move on. I won't be there anymore as your burden, and you can focus in chasing everything you've been dreaming for. |
|---|---|
| B: | You know what, I'd rather crawl inch by inch with you, bleeding from the hurting pebbles. I don't want to walk that path alone and burdenless, but empty and pointless. |
Sayang sekali sebuah kisah tak selalu memiliki banyak perekat. Sehingga kadang hanya di salah satu kepala ia mampu melekat, dan sampai hati membuat yang lain tak ingat.
Aku bukan siapa-siapa, tapi aku bangga pada mereka. Perjuangannya tak pernah henti menginspirasi. Tadi malam mimpi bermain di laga final baru saja mereka penuhi, dan hanya dalam hitungan hari semua kerja keras mereka pada akhirnya akan terganti. Kalau mereka bisa, aku pun harus bisa! Sprint dimulai di sini. Kita sama-sama berjuang, agar di ‘final’ nanti bisa menang :)
Viel Glueck, FC Hollywood!
Apalah guna membuka telinga untuk semua yang mereka kata, jika nurani berteriak lebih kencang pada pintu pendengaran kita.
(Source: atouchofirony)
Ya, dia benar. Perasaan ini belum mati. Hanya tertidur.
atau sengaja, ditidurkan.
dan kuharap, tak lagi terbangun sebelum waktunya.
Hanya dengan menatap potret khayal senyum di wajah mereka aku sudah bisa merasakan hangatnya senja di kala malam tiba. Melihat indahnya gemerlap bintang di saat pagi hendak menyapa. Tanpanya, jalan perjuanganku kerap dirundung gulita—melangkah entah ke mana tanpa perbekalan sebuah peta.
Saat mulai goyah di tengah-tengah, tak apa sesekali luangkan detik tuk berhenti dan mengingat lagi apa yang membuatmu berpijak di sini. Lihatlah lekat-lekat yang kau sebut mimpi, lalu cepatlah kembali berlari.
Pada negeri yang sedari dulu hati ini dambakan,
Garis finish itu memang belum selayaknya bisa terlihat. Anggap saja, di lintasan lain hasilnya akan terasa jauh lebih bermakna. Dan pada akhirnya harus kutiti ulang jembatan itu oleh keringat pembuktian usaha yang mengalir melalui pori-pori sendiri. Tapi tetap janji untuk selalu bersabar menunggu, ya? Dalam tiap ekspektasi yang kandas selalu ada kamu sang motivator di posisi teratas.
Ayah, untuk saat ini, sampaikan saja dulu salamku padanya. Lima tahun kemudian, (insha Allah) akan disusul oleh raganya.
Have a safe flight, Daddy!