PART II

H-7, H-6, H-5, H-4. Masih saja menghitung mundur hari-hari pergantian kehidupan, yang kali ini tidak sekedar membalikkan halaman atau bab, tapi bisa juga dikatakan bagian. Kalau di buku, bagian pertama yang berisi bab ‘perkenalan cerita’ sudah mulai sampai penghujung. Dalam waktu empat hari, semuanya akan langsung terganti. Satu halaman yang kau balik seakan membuka jendela dunia baru yang tentunya jauh berbeda dengan yang selama 18 tahun ini kita pandangi. 

Dulu tak pernah terpikir bagaimana rasanya. Jangan tanya. Semua campur aduk jadi satu sampai tak tahu tiba-tiba waktu telah banyak berlalu. Sampai tiba-tiba aku duduk sendiri, di ruangan kecil ini, memindahkan sebanyak mungkin inventori dan memori untuk nanti menemani. Saat-saat lagi seperti ini yang sering memancing banyak kata tanya untuk terus menghantui. Siapa nanti sosok yang akan menyuruhku ini itu dan memaksa diri untuk disiplin? Menasihati saat lalai mengunci pintu di malam hari? Atau sekedar berada di situ sebagai tanda aku tak sendiri. Tapi ketika diingat kembali semua hal yang akan aku dapat dan pelajari, semua orang hebat yang akan aku temui, serta semua hal bermanfaat yang akan aku jalani, rasanya semua pertanyaan itu langsung menguap tak berbekas. Mendatangkan kata ‘antusias’ sebagai pengganti kata ‘cemas’, membawa suasana hati kembali ke atas. 

Mungkin seharusnya aku segera berhenti memikirkan dan membiarkannya datang dengan sendirinya. Allah tidak akan memberikan suatu hal yang tak dapat ditanggung hamba-Nya, bukan? Mungkin saat waktunya tiba nanti, semua yang dikhawatirkan akan terkikis sendiri oleh semua yang diharapkan.

Setiap orang punya jatah gagal. Habiskan jatah gagalmu ketika kamu masih muda.

Dahlan Iskan (via erstudio)

(via egopena)

Salam Udara

Dandelion hanyalah petualang buta tak berdaya. Kapan pun embusan udara menerpa, tak kuasa mereka diam tak bergeming menapaki tanah tempat ibunda tumbuh dewasa. Saat waktu berpisah datang, dengan gesit mereka bersembunyi di balik selipan empuknya awan, mungkin sesekali ditegur sapa oleh layang-layang. 

Mereka layaknya para tukang pos kecil, menari lintasi cakrawala sembari memikul pesan yang sayup-sayup dibisikkan peniupnya. Ada yang meminta agar resahnya dibawa pergi lalu menumpang hujan sampai ke samudera. Ada pula yang tiap pagi membekalkan mereka segumpal rindu pada yang tercinta di seberang garis khatulistiwa. Tak jarang dandelion pergi tanpa beban, semata karena hasrat angin yang ingin mempersembahkan mereka pada dunia.

Kalau aku, aku hanya ingin menitipkan salam sederhana pada satu dandelion kecilku, diam-diam berharap angin mau bersekutu dan membuatnya jatuh tepat di depan kelopak matamu. 

bumble-noodle:

And I remember your eyes were so bright
When I first met you, so in love that night
And now I’m kissing your tears goodnight
And I can’t take it, you’re even perfect when you cry

A guy and a girl can be just friends, but at one point or another, they will fall for each other. maybe temporarily, maybe at the wrong time, maybe too late, or maybe forever.

- 500 Days Of Summer

(Source: hanafifa, via jasminefy)

Meski tak pernah pasti, membuat hati bertanya berulang kali, akan kutunggu dengan senang hati. 

Di setiap sujud sebelum fajar tak pernah lupa kutitipkan angan pada semesta, hingga meski bumi terus berputar, di kegelapan ia bisa tetap berpendar

Tiba-tiba sekelebat pertanyaan datang mencekat; di depan status yang selama dua belas tahun melekat, sudah siapkah mengemban tambahan kata ‘maha’ dan pelan-pelan meninggalkan naifnya masa muda?

bumble-noodle:

“Lama-lama orang malas romantis karena entar disebut galau. Malas peduli takut disebut kepo. Malas mendetil takut dibilang rempong. Juga, lama-lama generasi mendatang malas berpendapat takut dikira curhat. Malas mengubah-ubah point of view dalam debat takut dibilang labil.”

Sudjiwo Tedjo (via artsy-tektur)

(Source: limapuluhrebuan)

bumble-noodle:

ayusyafitri:

ketika rasa bangga itu muncul saat memakai dan memiliki batik ini.

almamater kebanggaan, sampai mati.

bumble-noodle:

ayusyafitri:

ketika rasa bangga itu muncul saat memakai dan memiliki batik ini.

almamater kebanggaan, sampai mati.