PART II
H-7, H-6, H-5, H-4. Masih saja menghitung mundur hari-hari pergantian kehidupan, yang kali ini tidak sekedar membalikkan halaman atau bab, tapi bisa juga dikatakan bagian. Kalau di buku, bagian pertama yang berisi bab ‘perkenalan cerita’ sudah mulai sampai penghujung. Dalam waktu empat hari, semuanya akan langsung terganti. Satu halaman yang kau balik seakan membuka jendela dunia baru yang tentunya jauh berbeda dengan yang selama 18 tahun ini kita pandangi.
Dulu tak pernah terpikir bagaimana rasanya. Jangan tanya. Semua campur aduk jadi satu sampai tak tahu tiba-tiba waktu telah banyak berlalu. Sampai tiba-tiba aku duduk sendiri, di ruangan kecil ini, memindahkan sebanyak mungkin inventori dan memori untuk nanti menemani. Saat-saat lagi seperti ini yang sering memancing banyak kata tanya untuk terus menghantui. Siapa nanti sosok yang akan menyuruhku ini itu dan memaksa diri untuk disiplin? Menasihati saat lalai mengunci pintu di malam hari? Atau sekedar berada di situ sebagai tanda aku tak sendiri. Tapi ketika diingat kembali semua hal yang akan aku dapat dan pelajari, semua orang hebat yang akan aku temui, serta semua hal bermanfaat yang akan aku jalani, rasanya semua pertanyaan itu langsung menguap tak berbekas. Mendatangkan kata ‘antusias’ sebagai pengganti kata ‘cemas’, membawa suasana hati kembali ke atas.
Mungkin seharusnya aku segera berhenti memikirkan dan membiarkannya datang dengan sendirinya. Allah tidak akan memberikan suatu hal yang tak dapat ditanggung hamba-Nya, bukan? Mungkin saat waktunya tiba nanti, semua yang dikhawatirkan akan terkikis sendiri oleh semua yang diharapkan.